Home / HUKUM & KRIMINAL / Tangerang Selatan

Kamis, 19 Agustus 2021 - 15:25 WIB

Kasus Venesia BSD, Ketua LSM KPPB: Pemiliknya Belum Tersentuh Hukum

SEKILASBANTEN.COM, TANGSEL – Proses persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang terkait kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) di Excutive Karaoke Venesia BSD, Tangerang Selatan, disoroti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Perjuangan Putra Bangsa (KPPB). Pasalnya, dalam kasus tersebut jajaran direksi ataupun pemilik usaha tidak terlibat.

Ketua LSM KPPB Duano, mempertanyakan peran lainnya yang diduga masih terlibat dalam kasus tersebut, karena ia menilai kasus itu terkesan hanya mengorbankan pekerja, “pemiliknya belum tersentuh hukum,” kata Duano saat ditemui, Kamis(19/8/2021).

Duano berharap agar proses persidangan dapat menguak kembali fakta baru, terutama adanya dugaan keterlibatan peran lainnya.

“Jika kasus ini tidak menyentuh tingkat atasnya (pimpinan), ada permainan dalam proses hukumnya ini,” imbuhnya.

Ia juga meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan proses hukum banding bila jajaran direksi ataupun pemilik usaha tak tersentuh hukum.

“Kami akan desak agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) bawa dan dorong ke tingkat Banding. Bila perlu kami akan kawal persidangan dengan menurunkan massa, agar persidangan berjalan sesuai dengan fakta-fakta. Jangan sampai hanya para pekerja yang dikorbankan,” ujar Duano.

Selain itu, ia berharap hakim dapat memberi putusan sesuai tuntutan jaksa dan menguak dugaan keterlibatan peran pimpinan Venesia BSD.

“Hakim harus memutus terdakwa dengan hukuman sesuai tuntutan Jaksa dan dalam putusan Hakim harus menyebutkan keterlibatan pihak pimpinan perusahaan, serta memerintahkan penyidik untuk melakukan penyidikan berdasarkan penetapan Hakim dalam putusan nanti, sehingga penyidik dapat langsung melakukan penyidikan kepada pimpinan perusahaan dan orang-orang terkait,” jelas Duano.

Diketahui, para terdakwa (TT, RA, YS, K, AMP dan YR) terjerat pasal 2 UU TPPO atau pasal 12 UU TPPO atau pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Ketiga tersangka, TT, RA dan YS sebagai Management Operasional Venesia. Sementara, KA, AMP dan YR sebagai penyedia jasa Pekerja Seks Komersial (PSK).

Duano juga meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk mencabut ijin usaha tersebut lantaran tidak sesuai dengan motto Kota Tangsel yaitu Cerdas, Modern dan Religius.

“Tempat mesum seperti ini harus ditindak tegas, termasuk juga penutupan tempat usaha pariwisatanya,” tandasnya. (SD).

Share :

Baca Juga

Tangerang Selatan

Lepas 258 Kontingen Kormi Tangsel ke Ajang Fornas VII, Benyamin: Ukir Prestasi Terbaik

HUKUM & KRIMINAL

Kembali Beraksi Usai Bebas Dari Lapas, Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Jatiuwung

HUKUM & KRIMINAL

Pelaku Ganjal ATM Ditangkap Polisi, Kerugian Korban Capai Rp 95 Juta

HUKUM & KRIMINAL

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Tetapkan Aktor R Tersangka Kasus Narkoba

GAYA HIDUP

Satpol PP Tangsel OTT PSK Online BO Dengan Tarif 500 Ribu

HUKUM & KRIMINAL

Oknum Sopir Taksi Online, Pelaku Rudapaksa dan Penganiayaan Ditangkap Polisi

PEMERINTAHAN

Pemkot Tangsel akan Salurkan Tiga Ton Telur untuk Warga yang Mau di Vaksin

Tangerang Selatan

Pengurus SMSI Kota Tangsel Resmi Dilantik