Home / KEPOLISIAN

Kamis, 15 Mei 2025 - 15:17 WIB

Polres Metro Tangerang Kota Nobar Sayap-sayap Patah 2: Olivia, Kapolres: Kita Harus Waspada Ancaman Radikalisme di Lingkungan Kita

Foto: Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Berfoto Bersama Usai Nobar Film Sayap Sayap Payah 2.

Foto: Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Berfoto Bersama Usai Nobar Film Sayap Sayap Payah 2.

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya menggelar nonton bareng (nobar) Film “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia”. Film ini mengisahkan perjuangan dan pengorbanan anggota Densus 88 antiteror mengungkap pelaku terorisme hingga berakhir harus kehilangan putri tercintanya yang bernama Olivia berusia 6 tahun.

Nobar Film Sayap-Sayap Patah 2, Olivia ini di Mall Tangcity diikuti Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Kota, Ny Wanda Zain Dwi Nugroho, Wakapolres, AKBP Eko Bagus Riyadi dan Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Kota, Ny Shasha Eko Bagus Riyadi para PJU beserta istri dan anak, Kapolsek Jajaran dan keluarga. Rabu (14/5/2025) Malam.

Film “Sayap-Sayap Patah 2: Olivia” ini diproduksi oleh Denny Siregar Production. Film berdurasi 1 jam 54 menit ini disutradarai oleh Ferry Fei Irawan. Tokoh utamanya polisi berpangkat AKP bernama Pandu diperankan boleh Arya Saloka, sebagai anggota Densus 88 Antiteror.

“Banyak hikmah dan pelajaran dalam film sayap sayap patah 2: Olivia ini. Yang utama adalah ancaman radikalisme di lingkungan masyarakat kita masih ada. Masyarakat tentu harus waspada terhadap penyebaran pemahaman radikalisme,” kata Zain usia menonton selama hampir 2 jam di Tangcity Mall.

“Lingkungan kita harus diawasi dengan baik, agar masyarakat tidak mudah dimasuki paham radikalisme ini dan paham akan ancaman paham ini, sehingga masyarakat dapat membantu kita (Polri,red),” imbuhnya.

Menurutnya, jaringan paham radikal ini sangat luas, tertutup, dan masih mengakar hingga saat ini. Mereka (teroris,red) tidak pernah berhenti untuk memperluas jaringannya dan menanamkan paham radikalnya ke masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus mewaspadai ancaman paham tersebut, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dan mengetahui dengan cepat ancaman yang ada di lingkungannya.

Baca Juga  Polresta Tangerang Amankan 2.268 Botol Miras dan 10.779 Butir Obat Keras dalam Operasi Pekat Maung 2026

“Mereka masih ada di tengah-tengah masyarakat itu. Namun sulit dideteksi, maka kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan, siapa pun orang yang ada dilingkungan itu harus lebih saling mengingatkan dan saling support, sehingga jika ada orang lain yang mencurigakan dapat deteksi dengan cepat ,” tuturnya.

Pesan untuk keluarga, Zain mengungkap sebagai abdi negara, anggota Polri adalah sama seperti manusia biasa lainnya. Selayaknya hidup harus terus berjuang untuk keluarga tercinta dan setiap perjuangan itu memerlukan pengorbanan. Waktu dan  tenaga, termasuk seluruh jiwa raga ini untuk Negeri.

Pesannya untuk keluarga, kami harus siap menerima konsekuensi apapun sebagai keluarga besar Polri. Sebagai anggota Polri yang bertugas sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, kami dan keluarga juga harus mengerti resiko yang akan kita hadapi, tentunya kami perlu memberikan pemahaman dan menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada keluarga. Semua harus siap menghadapi segala tantangan dan tanggungjawab tersebut.

“Keluarga Polri harus selalu siap menghadapi tantangan dan resiko kedepan. Memilih sebagai anggota Polri ini bukan hanya untuk keluarga. Polri itu untuk masyarakat,” Tandas Zain.

Sebagai seorang pendamping dari anggota Polri, Wanda Zain menyadari sebagai istri dirinya wajib dan harus terus mendukung serta memberi semangat kepada suaminya. Kata dia Polisi itu adalah pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat. Bukan hanya milik keluarga tapi juga milik masyarakat.

Baca Juga  Banjir Margasari Tigaraksa, Kapolresta Tangerang Tinjau Lokasi dan Distribusikan Bantuan

“Saya pribadi, sudah terbiasa karena bapak itu reserse. Karena memang tugasnya seperti itu keluarga harus memahami. Dan saya setuju, kalau polisi itu bukan hanya untuk keluarga tapi lebih untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sebagai seorang ibu, kepada anak-anak, tugasnya hingga saat ini adalah menjelaskan dan selalu memberi pemahaman bahwa ayahnya adalah seorang anggota polisi yang tugasnya berat.

“Segala resiko sudah saya sampaikan kepada anak-anak. Bahwa tugas Polri menjaga NKRI, menjadi pengayom bagi masyarakat. Bukan hanya milik keluarga,” imbuhnya.

Ditambahkan Shasha Eko, bahwa diawal pernikahan dirinya sudah sidang, dijelaskan resiko dan konsekuensi sebagai pasangan dari seorang anggota Polri.

“Sedih ya, nonton film itu tadi, pas anak yang jadi korban. Gak kebayang kalau itu terjadi pada keluarga kita,” tuturnya.

Dapat dijelaskan, film layar lebar ‘Sayap-sayap Patah 2: Olivia’ ini terinspirasi Bom Gereja di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2016. Diluncurkannya kembali penanyangan ini juga diharapkan dapat memberi nilai positif bagi anggota Polri dan masyarakat luas terlebih tentang bahaya paham radikalisme. (Red)

Share :

Baca Juga

KEPOLISIAN

Jelang Nataru, Polres Metro Tangerang Kota Apel Gelar Pasukan

KEPOLISIAN

Sholat Jumat Pertama di Bulan Syawal, Kapolsek Matraman Safari Religi ke Masjid Nurul Anwar

KEPOLISIAN

Polisi, TNI dan Puspem Kota Tangerang Laksnakan Kerja Bakti Antisipasi Bencana Banjir

KEPOLISIAN

55 Personil Gabungan Dikerahkan Dalam Operasi Premanisme di wilayah Bitung

KEPOLISIAN

Apel Gelar Pasukan, Kapolri Pastikan Seluruh Pihak Siap Amankan Nataru

KEPOLISIAN

Satuan Pamobvit Polrestro Jaksel Pertemukan Anak Terpisah Dari Orang Tuanya Saat Berwisata

KEPOLISIAN

Baksos Polri Presisi di Batuceper, Kapolres Sampaikan Pesan Pemilu Damai 2024

KEPOLISIAN

Anggota Kepolisian di Curug Lakukan Penyekatan Antisipasi Keberangkatan Masa Aksi Unjuk Rasa ke Jakarta