SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni menyalurkan Bantuan Jaminan Sosial Keluarga Tahun 2026 kepada warga Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Senin (2/11/2026).
Bantuan ini merupakan tahap pertama dari Pemprov Banten yang merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Tahun ini kami baru menganggarkan untuk 16 ribu lebih warga Banten. Semoga tahun depan bisa dimaksimalkan,” ujar Andra Soni.
Andra Soni menegaskan penyaluran didampingi langsung Pemkab Tangerang agar tepat sasaran dan tanpa potongan.
“Kami pastikan tidak ada satu rupiah pun pungutan terhadap bantuan sosial ini,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Andra Soni juga mengampanyekan program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta di Provinsi Banten. Ia menyebut pendidikan SD dan SMP di Tangerang sudah gratis, sehingga tidak boleh ada anak putus sekolah.
“Tidak ada alasan anak Banten putus sekolah. Kalau ada yang putus, laporkan ke kepala desa. Pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan,” katanya.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi perhatian Pemprov Banten. Selain bantuan infrastruktur jalan, sebanyak 2.200 warga kurang mampu di Kabupaten Tangerang menerima bansos tersebut.
“Pemkab Tangerang juga menyalurkan bantuan sosial untuk 4.000 warga. Bapak dan Ibu harus selalu menjaga kesehatan dan bahagia,” ujar Maesyal.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman, menjelaskan Pemprov Banten menyalurkan lima jenis bantuan sosial, meliputi bantuan jaminan sosial keluarga, usaha ekonomi produktif, disabilitas, anak telantar, dan lansia.
Pada 2026, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran Rp8,15 miliar untuk 16.311 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di delapan kabupaten/kota. Masing-masing KPM menerima bantuan tunai Rp500.000. (Red)























