SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG — Guna mengatasi permasalahan kesehatan (Stanting) dibutuhkan sinergi dan kerja sama, salah satunya adalah kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media.
Hal tersebut yang kini tengah masif dan serius dilakoni jajaran Kecamatan Benda dalam pengentasan stunting.
Camat Benda Boyke Urif Hermawan mengungkapkan, saat ini kasus stunting di Kecamatan Benda terus turun secara perlahan dan per Oktober masih ada 165 anak terindikasi stunting.
“Ragam program masih terus kita jalankan, mulai dari Satu Telur Satu Minggu (SATE SAMI), Dapur Dashat oleh PKK, pelatihan pengolahan makanan lokal, Program Makanan Tambahan (PMT), hingga bantuan sosial lainnya,” ungkap Boyke, Rabu (30/10/24).
Ia menjelaskan, baru-baru ini konsep pentahelix diimplementasikan Kecamatan Benda yaitu berkolaborasi dengan pihak swasta. Dalam hal ini, menerima penyaluran CSR dari PT Angkasa Pura Indonesia.
Dalam kolaborasi ini, lanjut dia, disalurkan 400 dus susu formula untuk 165 balita terindikasi stunting.

Foto: Usai Memberikan Bantuan, Pihak Kecamatan dan Pentahelix Berfoto Bersama.
“Kami akan terus membuka kolaborasi-kolaborasi lainnya dengan pihak swasta lainnya, untuk sama-sama berkontribusi untuk mempercepat penanganan stunting di Kecamatan Benda,” papar Boyke.
“Yakni, bagaimana bisa berinovasi yang sifatnya jangka panjang dan berkelanjutan, seperti pemenuhan kapasitas SDM Kecamatan Benda,” tutupnya.
(Adv)
























