Home / NASIONAL

Sabtu, 27 Maret 2021 - 08:47 WIB

KKB Kembali Hembuskan Berita Hoaks Terkait Gugurnya Anggota TNI di Papua

SEKILASBANTEN.COM, JAYAPURA — KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua kembali membuat berita hoaks yang menyatakan bahwa kelompok tersebut telah menembak mati 5 orang prajurit TNI di sekitar kali atau sungai kecil Bomid, Kabupaten Nduga Papua, Senin (23/3)

Menyikapi berita tersebut Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono memastikan kabar beredar di medsos yang menyebut prajurit TNI-AD tewas dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga tidak benar atau hoaks.

“Tidak ada prajurit TNI termasuk dari Yonif 700/WYC yang terluka atau tewas di Nduga seperti yang beredar di media sosial. Informasi yang beredar di media sosial itu hoaks,” tegas Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Yogo, di Jayapura. Kamis (25/3).

Baca Juga  Dinas PUPR Kota Tagerang Lakukan Langkah Preventif Pengendalian Banjir

Diakui, kelompok bersenjata (KKB) sengaja membuat berita hoaks untuk menyudutkan pemerintah dan aparat keamanan (TNI-Polri) dengan memutar balikkan fakta dilapangan, seperti berita hoaks dengan menyatakan lima prajurit TNI meninggal dalam kontak senjata di sekitar Nduga.

Sebelumnya pada awal Maret yang lalu, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengungkapkan bahwa secara garis besar KKB mempunyai tiga sayap gerakan, yakni sayap politik, klandestin, dan bersenjata.

“Tiga sayap gerakan ini memanfaatkan medsos untuk saling berkomunikasi, merencanakan aksi dan menyebarkan berita bohong untuk membentuk opini buruk tentang pemerintah Indonesia (termasuk TNI-Polri) terkait masalah Papua melalui berbagai platform medsos,” jelasnya saat itu.

Baca Juga  Paminal Polrestro Jaktim Tanggapi Keluhan Orang Tua Korban Pencabulan Terkait Pelayanan Unit PPA

Menurutnya, menghembuskan berita hoaks di media sosial merupakan trik dari KKB untuk menciptakan opini bahwa Papua selalu dalam kondisi mencekam dan ini sudah berulangkali terjadi. “Ini merupakan trik mereka dan mereka masif melakukan nya, terutama di medsos” ujarnya.

Namun demikian, baik Pangdam maupun Kapen Kogabwilhan mengharapkan agar personel TNI yang bertugas di daerah rawan diminta selalu waspada dan tidak lengah saat menjalankan tugas.

(Red)

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Respons Kenaikan Kasus Covid-19, Pemerintah Revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

NASIONAL

Penerapan UU ITE, Ketum SMSI Firdaus Dukung Kapolri Utamakan Langkah Damai

NASIONAL

Forum Lembaga Indonesia Resmi Dibubarkan

NASIONAL

SMSI Temui MPR RI: Soal Penembakan Wartawan, Komnas HAM Perlu Bentuk Tim Pencari Fakta

NASIONAL

Jas Airport Services Tangani Kedatangan Pemimpin Negara G20 di Denpasar

NASIONAL

Data BPJS Kesehatan Diduga Bocor, Menteri Tjahjo Dukung Kemkominfo Usut Tuntas

NASIONAL

Tak Hadir di Pengadilan, Kuasa Hukum Ahli Waris Alm RD Komala Ningsih Kecewa Terhadap Para Tergugat

NASIONAL

Jaga Identitas dan Kekompakan, PSSPL Hadiri Acara Silaturahmi Akbar IKM KPP