Home / Kota Tangerang

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:54 WIB

Perkuat Karakter dan Literasi Mahasiswa, STISNU Tangerang Gelar Pelatihan Jurnalistik

Foto: Ketua Forum Wartawan Tangerang (Forwat), Andi Lala, SH., Saat Memberikan Materi Dasar serta Kode Etik Jurnalistik Kepada Mahasiswa/wi STISNU Tangerang.

Foto: Ketua Forum Wartawan Tangerang (Forwat), Andi Lala, SH., Saat Memberikan Materi Dasar serta Kode Etik Jurnalistik Kepada Mahasiswa/wi STISNU Tangerang.

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Melalui Senat Mahasiswa, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar Pelatihan Jurnalistik.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus STISNU Nusantara Tangerang, diikuti puluhan Mahasiswa dan Mahasiswi, Rabu (20/5/2026).

Para mahasiswa pun menyambut antusias pelatihan ini sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang jurnalistik serta media kreatif.

Dengan mengusung tema “Kritis dalam Nalar dan Profesional dalam Karya”  kegiatan ini menjadi upaya kampus dalam membangun karakter mahasiswa sekaligus memperkuat literasi media di era digital.

Kali ini, pelatihan Jurnalistik di Kampus STISNU menghadirkan narasumber Ketua Forum Wartawan Tangerang (Forwat) Andi Lala dan Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Provinsi Banten M Diponegoro.

Dalam materinya mengenai etika dan profesionalisme jurnalistik di era digital, Andi Lala menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda agar mampu menghadirkan informasi yang sehat dan edukatif melalui karya jurnalistik.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki rasa kritis dan rasa ingin tahu yang kemudian diwujudkan dalam produk jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya ingin menumbuhkan kepada kawan-kawan mahasiswa bagaimana rasa ingin tahu dan rasa kritis itu bisa diimplementasikan menjadi karya jurnalistik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Lantik 32 Pengawas Sekolah, Sachrudin: Saya Harapkan Mutu Pendidikan Ditingkatkan

Ia menilai, di tengah derasnya arus media sosial, mahasiswa bisa membedakan prodak jurnalistik yang dapat dipertanggung jawabkan dengan informasi medsos yang belum dipastikan kebenarannya.

“Karya jurnalistik harus bisa dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, produk media sosial tidak bisa langsung dijadikan produk jurnalistik. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menangkal berita-berita hoaks melalui karya jurnalistik yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, M Diponegoro menambahkan, selain memahami etika jurnalistik, mahasiswa juga perlu menguasai strategi media kreatif yang kini berkembang pesat di era digital.

Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk mengembangkan potensi di industri kreatif melalui konten digital, media kreatif, hingga profesi content creator.

“Terkait inovasi, tadi kita sudah tanamkan bagaimana membangun sebuah brand media kreatif dengan nilai konsistensi dan mengikuti tren yang ada,” kata Dipo.

Ia juga mengungkapkan rencana membangun komunitas kreator konten di Tangerang yang melibatkan mahasiswa dan anak muda sebagai wadah pengembangan potensi di industri media kreatif.

“Kami ingin anak-anak muda bisa mengembangkan minat dan bakatnya, baik sebagai content creator maupun pemilik media kreatif, sehingga nantinya mampu membuka peluang positif dan produktif bagi generasi muda lainnya,” tambahnya.

Baca Juga  Buntut Dugaan Pengancaman Wartawan, Oknum Satpol PP Tangsel di Polisikan

Ketua Senat Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang, Ilham Farulah berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bermedia sekaligus memahami penulisan jurnalistik yang baik.

“Di era digital ini mahasiswa jangan sampai terbawa arus media yang kurang baik. Mahasiswa harus bisa menyaring informasi dan membuat karya jurnalistik yang benar untuk masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik menyebut kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Ke depan, pihaknya berencana membentuk ruang kreativitas mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik sebagai wadah belajar bersama.

“Bukan hanya hari ini mereka belajar. Ke depan, kami ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk bebas berekspresi, belajar menulis, hingga mengembangkan kemampuan sebagai content creator dan jurnalis,” katanya.

Rektor STISNU Nusantara Tangerang, Dr. M. Qustulani menegaskan, pelatihan jurnalistik menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan penguatan literasi mahasiswa.

Menurutnya, dunia jurnalistik mampu melahirkan gagasan besar sekaligus membangun nalar kritis mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Kampus ingin mengingatkan bahwa banyak orang besar lahir dari dunia jurnalistik. Dari sinilah mahasiswa dapat melahirkan ide-ide besar yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat,” pungkasnya. (Red/Qor)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Berprestasi, Pengurus Cabang GP Ansor Kota Tangerang Berangkatkan Kadernya Umroh

Kota Tangerang

Ngabuburit Sehat, Maryono Fun Futsal Bareng Karang Taruna Pinang

Kota Tangerang

Arief : Istiqomah Tarawih  hingga Akhir di Al Azhom, Akan Berbuah Berkah

Kota Tangerang

Launching Kampung Digital, Arief Harap Masyarakat Semakin Cakap dan Bijak Manfaatkan Teknologi Digital

Kota Tangerang

Wakil Walikota Tangerang Minta Aparat Kewilayahan Optimalkan Peran RT/RW dalam Tata Kelola Wilayah

Kota Tangerang

 Wali Kota Berharap Masyarakat Bijaksana Terkait Mudik Lebaran di Masa Pandemi

Kota Tangerang

578 Guru Agama Ikuti Program Tahsin, Sachrudin: Guru Hebat, Generasi Qur’ani Kuat

Kota Tangerang

Bupati Poso Acungi Jempol Super Apps Tangerang Live