Home / Kota Tangerang

Kamis, 18 September 2025 - 12:44 WIB

Gelar Bedah Buku “JI Sampai NKRI” Ungkap Fenomena Deradikalisasi Kolektif di Indonesia

Foto: Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari Saat Menyampaikan Pemaparan di Acara Bedah Buku

Foto: Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari Saat Menyampaikan Pemaparan di Acara Bedah Buku "JI Sampai NKRI" di MUI Kota Tangerang.

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang bersama sejumlah tokoh agama, akademisi, dan aparat penegak hukum menggelar acara Bedah Buku “JI Sampai NKRI” di Aula Gedung MUI Kota Tangerang, Kamis (18/9).

Acara ini mengusung tema “Merawat Indonesia, Menuju Harmoni Bangsa” sebagai refleksi dan aksi nyata mewujudkan kota yang damai, inklusif, dan tangguh.

Buku “JI Sampai NKRI” karya Dr. Sholahuddin mengulas dinamika Jemaah Islamiyah (JI) pasca Bom Bali 2002 hingga deklarasi pembubarannya pada 30 Juni 2024. Peristiwa ini dipandang sebagai deradikalisasi kolektif, yakni fenomena langka ketika sebuah kelompok bersenjata memilih meninggalkan jalan kekerasan.

Bedah buku ini menghadirkan penulis bersama sejumlah narasumber, antara lain Ust. Para Wijayanto (mantan Amir Jemaah Islamiyah), Brigjen Pol John Weynratt Hutagalung, S.I.K (Direktur Pencegahan), KH. Ahmad Bajuri Khotib, MA, Kombes Pol Dr. Raden M. Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum, serta Dr. H. Muhammad Soleh Hapudin, M.Si.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Polres Metro Tangerang Kota Libatkan Sabuk Kamtibmas dan Gelar Jumat Peduli

Dalam paparannya, Sholahuddin menekankan bahwa transformasi JI terjadi melalui konflik panjang dengan aparat. Jika pada awalnya konflik bersifat resiprokal (saling balas serangan), maka pada dekade terakhir bergeser menjadi konflik respon. Alih-alih membalas dengan kekerasan, JI memilih jalur dakwah, pendidikan, dan pada akhirnya mengambil keputusan membubarkan diri.

“Ini momentum penting, bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga dunia internasional. Tidak banyak organisasi teroris yang secara kolektif memutuskan meninggalkan ideologi kekerasan,” ujarnya.

Direktur Pencegahan, Brigjen Pol John Weynratt Hutagalung, S.I.K, dalam sambutan yang diwakili oleh AKBP Joko Dwi Harsono, S.I.K., M.Hum, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas elemen bangsa.

Baca Juga  MTQ ke-XXV Kota Tangerang Resmi Ditutup, Simak Pesan Wakil Walikota Tangerang Haji Maryono

“Bedah buku ini bukan hanya forum akademis, tetapi juga sarana membangun kesadaran bersama bahwa radikalisme dan terorisme dapat dilawan melalui pendidikan, dialog, dan penguatan nilai kebangsaan. Kami mendorong lahirnya agen-agen perdamaian dari masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Acara ini dihadiri lebih dari 250 peserta, terdiri dari tokoh lintas agama, pimpinan ormas, pengurus majelis taklim, Para Penyuluh Agama,pengurus DKM, mahasiswa, hingga forum kerukunan (FKUB, FKDM) dan unsur pemerintah daerah.

Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas bagi upaya memperkuat moderasi beragama dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Tangerang bersama Direktorat Pencegahan dan mitra strategis berharap lahir jejaring kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menangkal radikalisme serta memperkuat narasi kebangsaan. (Red)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Lapas Pemuda Tangerang Gelar Skrining TBC, HIV dan PTM serta X-Ray Thorax kepada Warga Binaan

Kota Tangerang

Kado HUT ke-33 Kota, Wali Kota Tangerang Luncurkan Bentor Pangan Sahabat Masyarakat

Kota Tangerang

Nikmati Suasana Sahur Hangat dan Akrab di Warkop Yuliana: Dari Menu ‘Internet’ hingga Persiapan Mudik Aman

Kota Tangerang

Pemkot Gelar Diskusi Perempuan dan Politik dalam Perspektif Kesetaraan Gender

Kota Tangerang

Pastikan Cepat Tertangani, Sachrudin Cek Langsung Kondisi Banjir

Kota Tangerang

Masih Ada APK Diarea Deklarasi Kampanye Damai, Bawaslu; Akan Kami Tertibkan

Kota Tangerang

Jelang Pemilihan Serentak, Bawaslu Kota Tangerang Lakukan Uji Petik Coklit

Kota Tangerang

Gandeng LSM GPPB dan TKP, Forwat Gelar Bukber dan Santunan