SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG — Jelang pergantian tahun 2025-2026, Polres Metro Tangerang Kota menggelar rilis akhir tahun di Mako Gedung Presisi dengan mengundang puluhan wartawan se-Tangerang Raya dan Forkopimda. Rabu (31/12/2025) sore.
Dalam penjelasanya Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol DR Raden Muhammad Jauhari mengatakan, hingga jelang pergantian tahun baru 2025-2026, wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota masih aman dan kondusif lantaran tidak adanya kejadian menonjol.
“Alhamdulillah seluruh masyarakat kota Tangerang maupun Kabupaten Tangerang yang ada di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota masih bisa untuk bersama sama menjaga Kamtibmas sehingga masih aman hingga saat ini,” ujarnya.
Dijelaskan Kapolres, bahwa ada trend peningakatan di tahun 2025 ini jumplah penyelesaian perkara (Clear Clearance) dari 4.466 di 2024 menjadi 4.826 di tahun 2025.
Kapolres memaparkan, meningkatnya penyelesaian kasus/perkara ini disebabkan, peningkatan kemampuan penyidik, peningkatan proses pengawasan penyidikan oleh swas slum sue Propam pembina fungsi, optimalisasi gelar perkara dan optimalisasi penerapan restorasi justice.
Untuk kejahatan yang dianggap serius baik konvensional maupun transnasional, baik itu kejahatan pembunuhan, curanmor, curat, narkoba dan lain-lain, ada peningkatan dan penurunan.
“Kasus narkoba di tahun 2024 hingga tahun 2025 meningkat signifikan, dan menjadi atensi serius dari saya. Kita berkomitmen untuk melakukan pemberantasan narkoba,” tegasnya.
Tak hanya narkoba, tapi obat obatan terlarang jeni daftar G yang marak di Tangerang Raya, juga menjadi perhatian serius dan menjadi target selama Ia menjabat.
“Penangkapan terakit obat obatan meningkat 51 persen, ini luar biasa. Kenapa ini menjadi target, karena saya menilai kejahatan-kejahatan jalanan dan kenakalan remaja penyebabkan adalah miras dan obat-obatan terlarang serta narkoba,” terangnya.
Barang bukti yang diproses dan disita dari penangkapan penangkapan, seperti sabu-sabu dan obat obatan berbahaya atau daftar G, sudah ribuan yang kita sita dan kita proses.
“Nntuk laka lantas, Ditahun 2024-2025 ada kenaikan yang diakibatkan kurangnya sarana dan prasarana. Lainya karena sudah tidak adanya tilang manual hanya mengandalkan himbauan dan etle, sehingga dampaknya kurangnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan lalu lintas dan banyaknya pelanggaran, saya minta Satlantas kembali menertibkan,” tandasnya.
Usai acara rilis akhir tahun, Polres Metro langsung melaksanakan Apel Gelar Pasukan, Pengamanan perayaan tahun baru dengan melibatkan aparat gabungan, baik TNI-Polri, Satpol PP, Dishub dan Potmas. (Gn)
























