Home / BANTEN

Selasa, 28 Desember 2021 - 01:59 WIB

Gubernur Banten : Kebutuhan Air Minum Di Perkotaan Harus Terpenuhi

SEKILASBANTEN,.COM, BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengungkapkan kebutuhan air minum di perkotaan harus terpenuhi dari air permukaan waduk yang telah dibangun. Di Provinsi Banten telah dibangun Waduk Karian yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Proyek Strategis Nasional (PSN) sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Gubernur WH,  dalam Pembahasan Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Karian -Serpong Tahap I, yang dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan  di Hotel Aryaduta Lippo Village Jl Boulevard Jenderal Soedirman No. 401 Kelapa Dua, Kota Tangerang, Senin (27/12/2021).

Dikatakan, MoU atau kesepakatan yang ditandatangani antara Dirjen Cipta Karya, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, Pemprov Banten, Pemkot Tangerang, dan Pemkot Tangsel harus merupakan hasil kajian. Sehingga bisa ditindaklanjuti ke Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara teknis.

“Kita mendukung program Presiden dalam penyediaan air minum. Pemerintah hadir dengan membangun Waduk Karian,” ungkap Gubernur WH.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sudah membangun Waduk Karian yang semuanya dibiayai oleh Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Baca Juga  Ribuan Data Penerima BST Hilang, Wali Kota Tangerang Layangkan Protes ke Kemensos

Ditegaskan Gubernur WH,    pentingnya pemanfaatan air permukaan agar tidak terjadi penurunan tanah.

Dalam kesempatan itu, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan, pada prinsipnya kesepakatan bisa ditindaklanjuti karena meneruskan kesepakatan yang sudah terbangun sebelumnya. Hal itu untuk meningkatkan pelayanan air minum di Kota Tangerang Selatan.

“Kewajiban kita penyediaan lahan 6000 meter persegi yang ditindaklanjuti dengan anggaran lainnya,” ungkapnya.

“Harapannya Covid-19 tidak meledak lagi sehingga tidak terjadi refocusing untuk tidak lanjut,” pungkas Benyamin.

Sementara itu Walikota Tangerang   Arief R Wismansyah mengungkapkan, layanan air minum di Kota Tangerang baru mencapai 25 persen dari sekitar 450.000 kepala keluarga di Kota Tangerang. Sehingga perlu disiapkan skema implementasinya agar ketika air sampai di Kota Tangerang bisa disalurkan ke masyarakat.

‘Setelah kami hitung perkiraan pembiayaan jaringan pipa mencapai Rp 900 miliar,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkap Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti bahwa air minum sangat perlu dilakukan dan penting dilaksanakan. Air sangat diperlukan oleh masyarakat. Perlu hadirnya perusahaan daerah untuk layanan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).

Baca Juga  Anggota Polsek Curug Monitoring Pelaksanaan Vaksin Dosis Kedua Untuk Pelajar

“Perkembangan Kota Satelit yang pesat, jangan sampai menggunakan air tanah karena bisa mendegradasi lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, terkait teknis setelah dilakukan penandatanganan kesepakatan nantinya ada pendampingan.

“Ini menjadi pelajaran bersama dalam penanganan air minum di hulu dan di hilir secara bersama,” ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan kesepakatan oleh : Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, serta Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, untuk pemanfaatan air Waduk Karian. (*)

Share :

Baca Juga

BANTEN

Melalui Ngopi Kamtibmas, Kapolres Metro Tangerang Kota Tegaskan Komitmen Zero Tawuran

Lebak

Lapas Rangkasbitung Raih Penghargaan P2HAM untuk Kelima Kalinya Secara Berturut-turut

BANTEN

Pj Gubernur Banten: Tahapan Pilkada 2024 Provinsi Banten Berjalan Baik

BANTEN

Bidang Hukum Polda Banten Menangkan Praperadilan Dalam Perkara SP3 yang Dikeluarkan Polres Serang

BANTEN

Gubernur Banten Lepas Kontingen Provinsi Banten Menuju Fornas VII Tahun 2023

BANTEN

Mantap! BJB Raih Penghargaan di Gatra Awards 2021

BANTEN

Berikut Hal Yang Dilakukan Pemprov Banten Hadapi Kelangkaan Obat dan Oksigen Medis serta Tekanan Keterisian RS

Lebak

15 Bulan di Pengungsian, Ketua DPD LPRI Banten Sebut Pemkab Lebak Tidak Serius Tangani Masyarakatnya