Home / BANTEN

Selasa, 15 Juli 2025 - 20:06 WIB

Resmi Ditutup, Posko Pengaduan SPMB 2025 PWI Kota Tangerang Akan Jadi Bahan Evaluasi Pemkot

Foto: Pengurus PWI Kota Tangerang Saat Bertemu Walikota Tangerang, H. Sachrudin.

Foto: Pengurus PWI Kota Tangerang Saat Bertemu Walikota Tangerang, H. Sachrudin.

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Posko Pengaduan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang resmi ditutup, Senin (14/7/2025).

Ketua PWI Kota Tangerang, Andre Sumanegara, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah aktif menyampaikan keluhannya terkait proses penerimaan peserta didik baru baik tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di Kota Tangerang.

Andre mengungkapkan sedikitnya ada 692 laporan pengaduan yang masuk di antaranya terdiri dari 323 penaduan untuk jenjang SMP dan 369 pengaduan untuk jenjang SMA/SMK.

PWI Kota Tangerang pun memberikan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan SPMB ke depannya, antara lain, perlunya sosialiasi petunjuk teknis SPMB secara masif, SPMB agar dibuka lebih transparan, perlu ada verifikasi faktual untuk jalur afirmasi dan prestasi non akademik, dll.

“Hasil dari posko tersebut pun kemudian kami laporkan kepada pihak terkait dalam hal ini kepada Walikota Tangerang dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang sebagai bahan masukan untuk perbaikan SPMB di tahun mendatang,” ujarnya.

Saat bertemu di ruang kerjanya, Selasa (15/7/2025), Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan bahwa tidak ada persoalan yang bisa dianggap remeh karena masalah besar seringkali berawal dari hal kecil yang dibiarkan. Ia mengibaratkan persoalan kecil seperti puntung rokok yang bisa padam dengan segelas air, namun jika dibiarkan bisa menimbulkan kebakaran besar.

Baca Juga  HUT ke-33 Kota Tangerang, Pemkot Gelar Nikahan Massal Diikuti Pasangan Non-Muslim

“Jadi sekecil apapun ini saya akan jadikan bahan evaluasi. Masalah itu biasanya kecil dulu, enggak ada yang langsung besar, kecuali gempa bumi. Kalau kita biarkan masalah, seperti api dalam sekam. Akhirnya membesar, dan ketika itu terjadi, semua kebingungan. Maka jangan pernah menyepelekan masalah,” ujarnya.

Sachrudin juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan kolaborasi dengan media, sebagai bagian dari strategi pentahelix.

“Kita butuh informasi. Rumah saya 24 jam terbuka. Dengan keterbukaan itu, masyarakat bisa menyampaikan apapun, baik itu masalah pribadi, keluarga, atau sosial,” kata dia.

Foto: Pengurus PWI Kota Tangerang Saat Bertemu Kadindik Kota Tangerang H. Jamaludin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, menyatakan bahwa keberadaan Posko Pengaduan SPMB menjadi bagian penting dari evaluasi kinerja pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya posko pengaduan ini. Ini akan jadi bahan evaluasi untuk kami agar ke depan bisa lebih maksimal lagi dalam menangani keluhan masyarakat, terutama terkait jalur afirmasi, domisili, maupun prestasi,” kata Jamaluddin.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah siswa jenjang SD di Kota Tangerang cenderung menurun, kemungkinan karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Namun, banyak siswa dari luar kota yang ingin masuk ke Kota Tangerang, meskipun kuota jalur luar kota hanya 5 persen.

Baca Juga  Berikut Hal Yang Dilakukan Pemprov Banten Hadapi Kelangkaan Obat dan Oksigen Medis serta Tekanan Keterisian RS

“Kita sudah cukup bijak memberikan 5 persen. Jakarta saja tidak memberikan kuota untuk kita,” ujarnya.

Untuk jenjang SMP, Jamaluddin menyebut daya tampung sekolah negeri masih belum mencukupi. “SMP negeri kita baru 34 sekolah, sementara yang lulus dari SD mencapai lebih dari 30 ribu. Daya tampung SMP negeri hanya sekitar 11.600, jadi sekitar 20 ribu siswa ke swasta,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan alternatif melalui sekolah swasta gratis. Bahkan, anggaran untuk siswa di sekolah gratis ditambah dalam anggaran tahun 2025.

“Pak Wali menambahkan 2.000 siswa dan di tahun 2026 akan ditambah lagi Rp200 ribu per siswa, menjadi Rp2,2 juta per tahun,” jelasnya.

Saat ini tercatat ada sekitar 18 ribu siswa yang menikmati program sekolah gratis tersebut. Pemerintah juga terus mengevaluasi sekolah-sekolah swasta penerima program agar tidak memungut biaya tambahan.

“Beberapa sekolah yang tidak memenuhi syarat, kita coret. Kita dorong agar program ini benar-benar gratis,” pungkas Jamaluddin.  (Red/PWI)

Share :

Baca Juga

BANTEN

Main Padel dan Buka Puasa Bersama, Mantan Walikota Tangerang 2013-2023 Bernostalgia Bersama Pokja WHTR

BANTEN

Wali Kota Tangerang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik di Ajang PIMRED Award 2025

BANTEN

Masyarakat Desa Sindanglaya Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Kabupaten Serang

PWI Kabupaten Serang Gelar Deklarasi, Pastikan Dukung Pemenangan Rian Nopandra di Konferensi Banten

BANTEN

Mengejar Mimpi Bersama! Pendekar Cisadane Sambut Musim Baru 2025-2026

BANTEN

Ketua DPD LPRI Banten Hadiri Pelantikan DPP dan Rakernas

BANTEN

Pj Gubernur : Bela Negara Sesuai Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing

BANTEN

Ucapkan Selamat HUT ke-9, Mukhlisin; Semoga PASST Semakin Jaya dan Kompak