SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang hingga Selasa, 3 November 2026.
Penundaan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan kesepakatan bersama para PKL dan hasil sosialisasi ulang rencana penataan kawasan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, mengatakan penundaan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif untuk memberikan waktu bagi pedagang mempersiapkan diri.
“Kami terus melakukan pendekatan yang humanis dan persuasif untuk mendorong para pedagang merelokasi aktivitasnya ke tempat yang seharusnya,” ujar Teguh di Pasar Anyar, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, sosialisasi dilakukan oleh petugas gabungan terkait rencana penataan Jalan Kiasnawi dan sekitarnya menjadi kawasan niaga terintegrasi yang ramah pejalan kaki.
Menurutnya, aktivitas berdagang di badan jalan selama ini telah mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan karena menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.
“Sejalan dengan itu, kami bersama petugas gabungan terus menyosialisasikan rencana relokasi karena aktivitas berdagang di badan jalan selama ini telah mengganggu ketertiban umum bahkan membahayakan karena menghambat lalu lintas di sekitar kawasan ini,” jelasnya.
Teguh menambahkan, Pemkot Tangerang bersama Perumda Pasar Kota Tangerang akan terus mendorong para PKL untuk segera melakukan pendaftaran relokasi ke tempat yang telah disediakan.
Berdasarkan pemantauan, area relokasi telah disiapkan di selasar lantai satu Gedung Pasar Anyar dengan fasilitas yang memadai.
“Pedagang juga tidak perlu khawatir mengenai fasilitas di area relokasi yang telah disediakan, lapak-lapaknya sudah disediakan, tempatnya bersih, aksesnya bagus,” tambah Teguh.
Bahkan, lanjut dia, pihak Perumda Pasar Kota Tangerang merencanakan area relokasi tersebut akan beroperasi selama 24 jam sehingga lebih menguntungkan bagi para pedagang.
“Pihak Perumda Pasar Kota Tangerang merencanakan akan membuka area tersebut bisa 24 jam beroperasi, jadi sangat menguntungkan bagi para pedagang,” ujarnya.
Pemkot berharap para PKL dapat bersikap kooperatif mendukung rencana relokasi tersebut, karena penataan kawasan yang telah disiapkan dinilai berpotensi membawa manfaat pertumbuhan ekonomi bagi semua pihak. (red)

























