Home / NASIONAL

Rabu, 1 September 2021 - 11:59 WIB

L-SAK: Playing Victim kalau TWK Disebut Dibuat Mengada-ada

SEKILASBANTEN.COM, JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menguatkan bahwa tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi pegawai KPK adalah sah dan konstitusional menegaskan juga bahwa untuk menjadi ASN KPK memang harus memenuhi syarat TWK.

“Secara otomatis, putusan ini menegasikan sesat pikir yang selama ini didakwahkan sebagai upaya penyingkiran pegawai KPK tertentu,” ujar Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) Ahmad Aron Hariri dalam siaran persnya, Rabu (1/9/2021).

Ahmad mengatakan  bahwa hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil pada pasal 28D ayat (1) UUD 1945, dijelaskan MK, tidaklah dimaksudkan untuk menjamin seseorang yang telah menduduki jabatan apapun tidak dapat diberhentikan dengan alasan untuk menjamin dan melindungi kepastian hukum.

“Artinya secara tegas pula MK berpendapat adanya fakta bahwa ada beberapa pegawai KPK yang tidak lolos TWK bukanlah persoalan konstitusionalitas norma,” jelasnya.

Ahmad menegaskan bahwa pikiran sesat yang didakwahkan sangat berbahaya karena mengkontaminasi semua hal menjadi buruk, padahal tadinya hanya pikirnya sendiri yang sesat.

“Ini satu hal clear sebab ada upaya sesat-menyesatkan pikiran dalam soal TWK. Playing victim kalau TWK disebut dibuat mengada-ngada, apalagi disebut upaya sistematis untuk penyingkiran pegawai tertentu,” terangnya.

Ahmad menjelaskan bahwa polemik pun timbul sebab kenyamanan beberapa orang yang dinikmati dari negara terusik oleh kepentingan yang lebih besar dan lebih mashlahat.

“TWK, sedari awal memang semestinya tidak perlu menjadi polemik. Ini memang syarat khusus untuk pekerjaan tertentu dan ada kewenangan negara untuk mengatur dan menentukan syarat-syaratnya,” ungkapnya.

Desain pengalihan pegawai KPK menjadi ASN telah ditentukan UU 5/2014 tentang ASN dan peraturan pelaksananya. Menurut Ahmad, salah satu ukuran umum yang telah diterima sebagai ukuran objektif untuk memenuhi syarat pengisian jabatan tersebut adalah Wawasan Kebangsaan yang juga menjadi syarat saat seleksi ASN dan saat pengembangan karier PNS.

“Wawasan kebangsaan akan selalu menjadi tolak ukur baik dalam seleksi maupun pengembangan karir ASN. Tolak ukur ini syarat yang harus selalu ada sepanjang menjadi ASN. Kalau syaratnya tidak ada, ya tidak bisa jadi ASN,” Tutupnya. (Red/*).

Share :

Baca Juga

NASIONAL

CPNS dan PPPK Kementerian PANRB Diharapkan Tidak Bekerja Biasa Saja

NASIONAL

HUT RI ke-76, BMI Pesawaran Optimistis Indonesia Maju dan Lebih Baik

NASIONAL

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun: Kasus Direktur JAKTV Harusnya Lewat Dewan Pers, Bukan Ditangkap

NASIONAL

Datangi Polrestro Jaktim, Orang Tua Korban Pelecehan Seksual Minta Pelaku Segera Ditangkap

NASIONAL

Meminta Tapi Tidak Memberi? Media Perlu Dibantu Agar Tetap Hidup

NASIONAL

Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers, SMSI Aqkan Menggugat Melalui MK

NASIONAL

Tak Kantongi IMB, Cluster The Patio Disegel Pol PP

NASIONAL

PWI Pusat Memproses Kerja Sama Pengadaan Rumah untuk Anggota