Home / BANTEN

Selasa, 28 April 2026 - 15:26 WIB

Teruji Kendalikan Inflasi, Kota Tangerang Masuk 12 Besar Terbaik Versi Kemendagri

Foto: Pemkot Tangerang Saat Mengikuti Zoom Meeting dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir Balaw.

Foto: Pemkot Tangerang Saat Mengikuti Zoom Meeting dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir Balaw.

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG –Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang masuk dalam 12 daerah di Indonesia yang dinilai memiliki upaya konkret dalam pengendalian inflasi daerah.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir Balaw, pada Senin (27/04/2026) via zoom meeting

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat melalui Sekjen Kemendagri, mencatat bahwa meskipun tekanan inflasi masih terjadi di sejumlah wilayah, berbagai langkah nyata yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif. Kota Tangerang menjadi salah satu daerah yang dinilai aktif, konsisten, dan terukur dalam menjalankan program pengendalian inflasi.

Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi daerah-daerah yang mampu menjaga stabilitas harga melalui langkah konkret dan respons cepat terhadap dinamika pasar.

“Daerah yang berhasil mengendalikan inflasi adalah yang mampu bergerak cepat, menjaga pasokan, serta memastikan distribusi tetap lancar. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga secara rutin, intervensi pasar jika diperlukan, hingga penguatan kerja sama antar daerah guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Dan tentunya, upaya pengendalian inflasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi di lapangan.

Baca Juga  Wali Kota Tangerang Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik di Ajang PIMRED Award 2025

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menekan angka, tetapi bagaimana memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi daerah terus bergerak,” tambahnya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berperan dalam koordinasi dan pelaporan, tetapi juga turun langsung dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan.

“Pemkot Tangerang tidak hanya mengikuti rapat atau menerima arahan, tetapi kami memastikan adanya aksi nyata untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan yaitu melaksanakan operasi pasar murah, melakukan sidak ke pasar dan distributor agar tidak terjadi penahanan barang, menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk memperlancar distribusi pasokan, menggerakkan program gerakan menanam untuk memperkuat ketahanan pangan, merealisasikan bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), serta memberikan dukungan transportasi yang bersumber dari APBD guna memperlancar distribusi barang dan menjaga stabilitas harga di pasar (melalui fasilitas bus tayo serta angkutan si benteng).

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga memperkuat sistem pemantauan harga berbasis digital melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga pergerakan harga kebutuhan pokok dapat dipantau lebih cepat dan respons kebijakan bisa dilakukan secara tepat waktu.

Kolaborasi dengan pelaku usaha, distributor, hingga pasar tradisional juga terus ditingkatkan untuk menjaga rantai pasok tetap stabil.

Baca Juga  Usai Sertijab, Pj Wali Kota Tangerang Nyatakan Siap Lanjutkan Program Arief-Sachrudin

Upaya tersebut turut diperkuat dengan program edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam konsumsi serta mendorong stabilitas permintaan di pasar.

Berdasarkan data inflasi per maret 2026, Kota Tangerang menunjukkan capaian positif yaitu diangka 3,01%, terendah di Provinsi Banten yang mencapai sebesar 3,55% maupun nasional yang diangka 3,48% (year on year).

Sejumlah komoditas seperti sektor transportasi, bahan pangan, dan energi, masih menjadi penyumbang utama inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan.

Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap stabil.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dan memastikan kebijakan pengendalian inflasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dan tentunya, kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut menjaga keseimbangan harga di pasar lokal,” tambah Wali Kota Sachrudin.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kota Tangerang diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga di tingkat lokal, tetapi juga terus menjadi daerah rujukan dalam pengendalian inflasi di tingkat nasional. (Red)

Share :

Baca Juga

BANTEN

 Jalin Silaturahmi, Biro Hukum DPP Satria Banten Terima Kunjungan Tokoh Masyarakat Kemiri

BANTEN

Gelar Konsolidasi Akbar, Aliansi Buruh Banten Bersatu Sepakat Ajukan Kenaikan UMK 11,56% di 2025

BANTEN

Buka Kegiatan Penyusunan LKjIP–LKPJ, Sekda: Jangan Cuma Tampilin yang Bagus Saja
Mahasiswa KPN – Universitas Mercu Buana Lakukan Kegiatan KPN Untuk Menggali Kompetensi dan Pola Pikir Anak-Anak SD dan SMP di Panti Asuhan Pintu Elok

BANTEN

Mahasiswa Universitas Mercu Buana Laksanakan Kuliah Peduli Negeri di Panti Asuhan Pintu Elok

BANTEN

Polsek Curug Perkuat Patroli, Cegah Kejahatan 3C

BANTEN

Gubernur WH : Kalau Banten Ingin Berubah, Kita Yang Harus Mengubahnya

Lebak

Lapas Rangkasbitung – Dinas Pendidikan Lebak, Komitmen Berikan Pendidikan WBP

Lebak

Wujudkan Bakti, Lapas Rangkasbitung Gelar Bakti Sosial Ke Masyarakat