Home / Kabupaten Tangerang

Kamis, 26 Juni 2025 - 15:06 WIB

Soal Proyek Rehabilitasi Balai Warga RW 06 Pakulonan Barat Ketua DPD LipanHam Provinsi Banten Menilai Kinerja Kontraktor Kurang Profesional

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Proyek rehabilitasi Balai Warga RW 06, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang menelan anggaran nyaris Rp 200 juta dari APBD Kabupaten Tangerang tahun anggaran 2025 memicu adanya penyimpangan, Rabu (25/06/2025).

Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Duta Banten di bawah pengawasan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB).‎

‎Dalam pantauan dilokasi pekerjaan, tidak terlihat satu pun pelaksana maupun pengawas dari pihak dinas yang seharusnya bertanggung jawab dalam memastikan jalannya proyek sesuai dengan spesifikasi teknis.‎

‎Parahnya lagi, dugaan penggunaan material besi banci (besi di bawah standar ukuran atau kualitas) terdeteksi di lokasi pekerjaan.

Penggunaan material tidak sesuai spesifikasi teknis ini patut dipertanyakan mengingat proyek ini dibiayai dari uang rakyat.

‎Saat dikonfirmasi seorang pekerja yang tengah berada di lokasi mengaku kalau pelaksana pak Apri namun beliau tidak ada di lokasi proyek tersebut.

‎”Pelaksananya, pak Apri namun tidak ada di lokasi pelaksana,” ungkapnya singkat sembari menolak menyebutkan identitasnya Rabu 25-06-2025.

Baca Juga  Cipta Kondisi Polsek Curug Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Malam Hari

Sementara Apri selaku pelaksana kegiatan tersebut, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampai terkait dengan material besi “saya beli ful dan ada kwitansi nya,”tulis singkatnya, Rabu (25/06).

‎Selain minim pengawasan, proyek juga mengabaikan standar keselamatan kerja. Para pekerja terlihat tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana mestinya.

Padahal, aspek keselamatan kerja (K3) merupakan kewajiban mutlak dalam pelaksanaan proyek konstruksi, terlebih jika menggunakan anggaran negara.

‎Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar: di mana tanggung jawab Dinas Tata Ruang dan Bangunan sebagai penyelenggara kegiatan? Apakah proyek ini sengaja dibiarkan tanpa kontrol demi meloloskan praktik-praktik yang merugikan publik.

‎Proyek yang seharusnya menjadi sarana penunjang aktivitas warga kini justru diduga sarat penyimpangan. Publik menanti sikap tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang terjadi, demi transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.

Baca Juga  Sebuah Toko Milik Indomart Terbakar di Depan Perum Gardenia Rajeg Mulya

Menanggapi hal itu, Jefri Ketua DPD LSM LipanHam Provinsi Banten sangat menyayangkan kinerja kontraktor yang dinilai kurang profesional dalam melaksanakan Rehabilitasi Balai Warga tersebut.

“Penggunaan besi banci ini tentu saja merupakan bentuk kecurangan, karena kontraktor hanya memikirkan bagaimana untung besar daripada mengutamakan kualitas, kami meminta pengawas dinas lebih ekstra dalam melakukan pengawasan,” ucap Jefri.

Diharapkan kata Jefri, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) segera ambil sikap tegas, jika memang ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek Balai Warga tersebut.

“Pengawas dan PPTK harus monitoring ekstra dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang diduga sarat akan penyimpangan ini, pelaksana juga wajib di lokasi, setidaknya ada wakil pelaksana yang bertanggungjawab di lapangan, lantas jika terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang disalahkan,” pungkasnya. (ris/tim)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Tangerang

Data Pribadi Disalahgunakan, Warga Kelapadua Kaget Didatangi Debt Collector

Kabupaten Tangerang

Warga Kampung Rawa Bereum Gotong Royong Dirikan Majelis Ta’lim

Kabupaten Tangerang

Ketua LIPANHAM Sebut Pengerjaan Penataan Halaman dan Gedung BPP Curug Lemah Pengawasan

Kabupaten Tangerang

Abaikan Surat Edaran Bupati, Pengunjung Hiburan Malam di Gading Serpong Pecah

HUKUM & KRIMINAL

KPH Banten Segera Tinjau Aset Lahan BUMN yang Hilang

Kabupaten Tangerang

Pererat Tali Silaturahmi, Pengurus Ponpes Assalam Bersama Ketua Pengembangan Yayasan Kunjungi Polresta Tangerang

Kabupaten Tangerang

Bagesting Mendem, Dugaan Pengurangan Volume Ketebalan Betonisasi Pada Proyek di Binong

Kabupaten Tangerang

4.355 Personil Disiapkan Amankan Jalannya Pilkades di Kabupaten Tangerang