Home / NASIONAL

Minggu, 18 Desember 2022 - 12:48 WIB

KPUD Waykanan Lampung Gelar Seleksi PPK Pemilu 2024

SEKILASBANTEN.COM, WAYKANAN – Seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Waykanan, Lampung, dituding bernuansa korupsi, kolusi, dan nepotisme atau KKN.

Tudingan itu disampaikan Amboy Saputra, salah seorang peserta PPK Blambanganumpu.

Amboy mengungkapkan, dirinya mendapat nilai tertinggi dalam tes tertulis Computer Assisted Test (CAT).

“Dari 55 peserta se-Kecamatan Blambanganumpu yang mengikuti tes CAT, nilai saya masuk urutan dua besar dengan perolehan nilai 91. Selanjutnya bersama 15 peserta lainnya mengikuti tes wawancara untuk disaring kembali menjadi 5 orang terpilih,” jelas dia, Jumat (16/12/2022).

Namun, setelah tes wawancara, Amboy Saputra dan David Riyanto yang mendapat peringkat tertinggi dalam seleksi tes CAT tidak masuk dalam lima besar.

Baca Juga  Rakernas SMSI Ke-2, Berharap Anggota SMSI Terus Berinovasi dan Bertransformasi

“Setelah mengetahui pengumuman, bahwa yang masuk dalam 5 besar tersebut, nilai test CAT nya urutan terendah dari kami berdua,” ujarnya.

“Kalau berdasarkan pengalaman, kami pernah di Panwas, PPS maupun KPPS, dan tidak pernah bermasalah,” terang Amboy.

Dirinya mempertanyakan proses dan prosedur dalam melakukan metode penilaian tes wawancara tersebut. Amboy menilai KPUD Waykanan tidak transparan.

“Untuk itu kami meminta pihak penyelenggara untuk membuka hasil test wawancara tersebut,” pintanya.

Terpisah, Ketua KPUD Waykanan Refky Dharmawan menyatakan, CAT merupakan test tertulis untuk menentukan 15 besar. Kemudian 15 besar calon PPK itu diambil 10 besar dengan sistem wawancara.

Baca Juga  Menkominfo: Laporan Gubernur DKI Jakarta Buktikan Vaksinasi Signifikan Tekan Angka Kematian

“Dalam wawancara itu dilakukan pendalaman track record peserta, dengan menilai pengetahuan tentang pemilu, kemudian komitmen yang mencakup integritas, profesionalitas dan visi serta rekam jejak peserta, baik pengalaman pemilu, etika dan pendidikan,” terang Refky.

Dia mengungkapkan, dalam wawancara tersebut, pewawancara melakukan klarifikasi dan mempertimbangkan masukan serta tanggapan masyarakat.

“Dan dari hasil wawancara itulah disimpulkan penilaian terhadap peserta, 10 peserta wawancara itu, 5 besar terpilih sebagai anggota PPK dan 5 orang sisanya merupakan Pengganti antar waktu. “ ujar Refky Dharmawan (red)

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Peringatan Haul 100 Tahun HM Soeharto,  Pesan dan Jasanya yang Selalu Diingat Umat Islam

NASIONAL

Pol PP Tangsel Segel Proyek SPBU Pemicu Bentrok Ormas

NASIONAL

SMSI Sumut Apresiasi Gubsu Jadikan Pers Teman Berfikir

NASIONAL

Insiden Kebakaran Kilang Minyak Balongan Pertamina Upayakan Pemadaman

NASIONAL

Ketum SMSI Firdaus: Kita Tingkatkan Kebersamaan untuk Menjaga Negeri

NASIONAL

Persiapkan Pola Hidup Sehat untuk Menuju Endemi Covid-19

NASIONAL

Keberangkatan Calon Jemaah Haji di Bandara AP II Berjalan Sukses

NASIONAL

Libur Imlek Usai, ASN Kembali Bekerja Produktif