Home / TOPIK

Jumat, 8 Januari 2021 - 22:00 WIB

PERWAST Angkat Bicara Terkait Dugaan Intimidasi Terhadap Wartawan

SEKILASBANTEN.COM, KAB. SERANG – Buntut memberitakan aspirasi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Kecamatan Bayah. Rencana penambangan emas di perairan Bayah – Cihara oleh PT Graha Makmur Coalindo (GMC), Seorang jurnalis diduga telah mengalami intimidasi oleh seorang pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bayah, pada Jumat, 08 Januari 2020.

Buntut permasalah itu terjadi berawal, korban bernama Odil yang merupakan jurnalis bantenekpose memberitakan aspirasi masyarakat pesisir. Khususnya, nelayan di Kecamatan Bayah. Yakni rencana penambangan emas di perairan Bayah – Cihara oleh PT Graha Makmur Coalindo (GMC),

Menyikapi persoalan dugaan adanya intimidasi terhadap jurnalis, Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST) angkat bicara.

Ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST), Angga Apria Siswanto sangat menyayangkan dengan adanya kejadian bentuk intimidasi terhadap wartawan yang diduga dilakukan oleh salah satu pengurus HNSI Bayah.

Baca Juga  Persiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri Kapolsek Curug Laksanakan Rapat Koordinasi

“Sangat kami sayangkan adanya sikap arogansi yang dilakukan oleh salah satu pengurus HNSI. Merujuk pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dengan adanya tindakan ancam-mengancam itu jelas sudah perilaku premanisme. Kami meminta kepada pihak Aparatur Penegak Hukum (APH) setempat untuk dapat membantu menyelesaikan persoalan perilaku premanisme yang dilakukan oleh salah satu pengurus HNSI Bayah tersebut,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua (Waka) PERWAST, Mansar. Menurutnya, masyarakat atau siapa saja yang merasa suatu pemberitaan tidak tepat dapat menggunakan sarana yang telah diatur dalam UU Pers mengenai hak jawab dan hak koreksi.

Baca Juga  Respons Kenaikan Kasus Covid-19, Pemerintah Revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

“Intimidasi dan ancaman terhadap wartawan itu jelas mencederai kemerdekaan pers sebagai pilar keempat demokrasi selain bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas Mansar.

Untuk itu, kata Mansar, PERWAST menyatakan sikap terkait insiden tersebut.

PERWAST mengecam keras aksi intimidasi terhadap wartawan. Mengingat, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Setiap ancaman dan penghalangan terhadap wartawan bisa dikenakan hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp 500 juta,” kecam Mansar. (Angga)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Ribuan Vaksin Tiba di Tangsel, Dinkes Siap Menyalurkan

NASIONAL

Implementasi Kebijakan Satu Data Jadi PR Aksi Stranas PK 2021-2022

PERISTIWA

Puluhan Cewe BO di Ciputat Tertangkap Polpp Tangsel

Ekonomi

Pemkot Tangsel Dorong Peningkatan Kapasitas Di UMKM

Berita Tangerang

Pemkot Tangsel Resmikan Tandon Baru Di Bintaro

KEPOLISIAN

Tak Patuhi Protkes, Sejumlah Pelanggar Ziarah ke TPU Jombang

KESEHATAN

Airin Dampingi Menkominfo Cek Persiapan Akhir Vaksinasi di Faskes

Tangerang Selatan

Warga Tangsel 90% Tertib Gunakan Maskar